TRAINING 5S & 7 WASTE MANAGEMENT DI JAKARTA
TRAINING 5S & 7 PENGELOLAAN SAMPAH DI JAKARTA
TRAINING HUBUNGAN ANTARA 7 WASTE & ADDED VALUE DI JAKARTA

Salah satu syarat untuk menjadikan suatu perusahaan manufacturing
menjadi berkelas dunia dan mempunyai daya saing yang unggul adalah
mempunyai biaya produksi yang rendah. Biaya produksi yang rendah dapat
dicapai jika di semua lini proses dalam perusahaan tersebut mempunyai
lead time yang pendek. Untuk mencapai lead time yang pendek, Kaizen /
improvement yang berkelanjutan harus terus dilakukan di setiap lini
proses dan dilakukan secara berkesinambungan. Dasar dari implementasi
Kaizen ini adalah 5S dan 7 Waste Management.
5S adalah suatu istilah dalam Bahasa Jepang yang merupakan singkatan
dari Seiri – Seiton – Seiso – Seikutse – Shitsuke yang dapat
diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi 5R yaitu Ringkas – Rapi –
Resik – Rawat – Rajin.
5S adalah suatu konsep pengorganisasian lingkungan tempat kerja
menjadi suatu lingkungan yang tertata rapi, terstruktur dan
tervisualisasi sehingga akan menghasilkan ritme Kerja yang efisien,
cepat dan tepat sehingga akan berdampak pada Produktivitas yang tinggi
sesuai dengan keinginan pelanggan (Customer Satisfaction).
Menghilangkan pemborosan untuk meningkatkan kinerja perusahaan adalah
suatu hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi masalahnya bukan pada
usaha menghilangkannya tetapi pada pemahaman apakah suatu proses
operasional tersebut merupakan pemborosan atau bukan. Kita tidak dapat
menghilangkan pemborosan pada manusia, sistem operasional kerja dan
sumber lain sampai kita mengenali pemborosan itu sendiri
7 Waste Management adalah cara untuk mengetahui dan mengenal apakah
hal diatas merupakan pemborosan (Non Value Added) atau proses yang
mempunyai nilai tambah (Value Added)
Materi Pelatihan
1. Konsep, Definisi dan Sasaran 5S
2. Penerapan 5S dari Seiri – Seiton – Seiso – Seiketsu – Shitsuke
3. Langkah-langkah penerapan 5S
4. Identifikasi area improvement
5. Apa itu 7 Waste Management
6. Kategori 7 Waste
7. c
8. Added Value Vs Non Added Value
9. Hubungan antara 7 Waste & Added Value
10. Macam-macam penyebab 7 Waste
11. Alat-Alat bantu dalam penerapan 5S dan 7 Waste Management
12. Kaizen Overview
Metode Pelatihan
1. Dialog Interaktif / Sharing
2. Diskusi Grup
3. Latihan di Kelas
4. Study Kasus
Durasi Pelatihan
2 hari (14 jam)
Peserta Pelatihan
Operator, Teknisi, Staff / Officer, Supervisor sampai dengan Manager
Facilitator
Indro Agung Handoko, ST.
Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15
tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan
dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang
hebat dalam suatu sistem manufacture.
Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan
Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari
implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan
solusinya.
Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan
disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang
pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh
secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan.
Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga
telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005.
Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh,
berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan
sukses. Project tersebut antara lain:
1. Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group
beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall
dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan
ada yang mencapai 40%.
2. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group
beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall
dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%.
3. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005.
4. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu
konvensi international tentang QCC / SGA.
5. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice
Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di
Kyoto-Japan.
Lokasi Pelatihan Tahun 2021 :
Yogyakarta, Hotel Dafam Seturan
Jakarta, Hotel Amaris La Codefin Kemang
Bandung, Hotel Grand Serela Setiabudhi
Bali, Hotel Ibis Kuta
Lombok, Hotel Jayakarta
Catatan :
- Waktu pelatihan Dua+1* hari dengan Biaya tersedia untuk Perorangan, Group, dan Inhouse Training, belum termasuk akomodasi/penginapan.
- Untuk biaya dan jadwal training harap menghubungi marketing kembali
Investasi training:
Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Fasilitas training:
Free Penjemputan dari bandara ke hotel*.
Modul / Handout.
Flashdisk*.
Certificate of attendance.
FREE Bag or bagpacker.
Training Kit (Photo Documentation, Blocknote, ATK, etc).
2x Coffe Break & 1 Lunch.
Souvenir .




